
Wamen PPPA Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perhutanan Sosial untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa
Siaran Pers Nomor: B- 309/SETMEN/HM.02.04/07/2026
Kab. Malang (13/07) – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menekankan pentingnya penerapan perspektif gender dalam pengelolaan perhutanan sosial sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Wamen PPPA mengatakan perempuan perlu diberi akses, ruang berpartisipasi, serta peningkatan kapasitas agar mampu menjadi penggerak pembangunan dari tingkat keluarga dan desa.
"Ketika perempuan diberikan akses, ruang untuk berpartisipasi, peningkatan kapasitas, serta kepercayaan untuk mengelola sumber daya, mereka akan mampu menjadi subjek pembangunan. Pembangunan ekonomi nasional tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari desa, dari keluarga, dari lahan yang dikelola perempuan, karena saya percaya ketika perempuan diberdayakan, mereka mampu menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memberikan dampak bagi pembangunan bangsa," ungkap Wamen PPPA dalam “Rembug Perhutanan Sosial: Pengembangan Ekonomi Hijau Berbasis Bambu” di Desa Sidodadi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Wamen PPPA juga memperkenalkan Program Kebun Pangan Lokal Perempuan sebagai bagian dari Ruang Bersama Indonesia, salah satu program prioritas Kemen PPPA. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pendekatan permakultur (pertanian permanen) dan ekonomi restoratif atau pemulihan alam serta keberlanjutan masyarakat sebagai inti dari kegiatan ekonomi.
"Kebun Pangan Perempuan bukan hanya tentang menanam, tetapi tentang membangun ketahanan pangan keluarga, memperkuat ekonomi perempuan, dan mengembalikan budaya makan sehat di dalam keluarga. Melalui pendekatan permakultur dan ekonomi restoratif, kita ingin memastikan perempuan memiliki ruang untuk berdaya sekaligus menjaga lingkungan dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Saya percaya, ketika kita membangun dan memberdayakan seorang perempuan, kita sedang membangun keluarga yang lebih sejahtera, dan dari keluarga-keluarga yang kuat itulah Indonesia akan semakin kuat," ujar Wamen PPPA
Bupati Malang, M. Sanusi mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap Desa Sidodadi dan berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta sektor swasta dapat mempercepat pembangunan desa, pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan kemiskinan, stunting, serta kepastian hak atas tanah di kawasan hutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Kehadiran pemerintah pusat di Desa Sidodadi merupakan anugerah bagi Kabupaten Malang. Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pembangunan desa melalui peningkatan akses pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta penguatan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis desa-desa di Kabupaten Malang dapat berkembang menjadi lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Bupati Malang.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Monica Tanuhandaru menjelaskan kawasan perhutanan sosial memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meski perempuan masih menghadapi keterbatasan akses dalam pengelolaan sumber daya hutan. Menurutnya, melalui dukungan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Jejakin (perusahaan teknologi iklim yang berfokus pada menciptakan solusi untuk mengurangi perubahan iklim), Program Fase 1 telah berhasil melakukan restorasi kawasan melalui penanaman bambu dan Multi-Purpose Tree Species (MPTS). Capaian tersebut menjadi dasar pelaksanaan Program Fase 2 yang berfokus pada pengembangan Kebun Pangan Perempuan Berbasis Perhutanan Sosial sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan ekonomi masyarakat.
Monica menambahkan pengembangan kebun pangan berbasis perhutanan sosial merupakan contoh kolaborasi yang mengintegrasikan pemulihan ekosistem dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat desa, program ini diharapkan mampu memperkuat perhutanan sosial yang inklusif, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta mendorong ekonomi hijau yang berkelanjutan.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 13-07-2026
- Kunjungan : 190
-
Bagikan: