
Wamen PPPA Dorong Sektor Keuangan Buka Akses Lebih Luas bagi Ekonomi Perempuan
Siaran Pers Nomor: B-150/SETMEN/HM.02.04/4/2026
Surakarta (18/4) — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan mendorong sektor keuangan untuk berperan aktif dalam memperluas akses dan memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam Malam Apresiasi Infobank 500 Most Outstanding Women 2026 yang mengusung tema “Women Art & Society: The Creative Power of Indonesian Women”, digelar di Wisma Batari, Surakarta pada 17 April 2026.
“Perempuan memiliki peran besar dalam mengelola ekonomi keluarga, namun kontribusi tersebut belum sepenuhnya terlihat dalam sistem ekonomi formal. Data menunjukkan bahwa akses perempuan terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan usaha, masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Kita perlu memastikan perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memiliki akses, kesempatan, dan dukungan, termasuk melalui skema pembiayaan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau,” ujar Wamen PPPA.
Pada kesempatan tersebut, Wamen PPPA Veronica Tan turut menerima penghargaan sebagai salah satu perempuan berpengaruh yang dinilai memiliki kontribusi dalam mendorong pemberdayaan perempuan di Indonesia. Acara ini menjadi ruang apresiasi bagi perempuan dari berbagai sektor yang berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen PPPA menekankan bahwa pemberdayaan perempuan perlu didorong melalui pendekatan yang lebih berkelanjutan, termasuk melalui penguatan kapasitas, akses terhadap pembiayaan, serta dukungan ekosistem yang inklusif. Ia juga menyoroti pentingnya transformasi pendekatan dari bantuan sosial menuju pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan skema pembiayaan yang berpihak pada perempuan, agar mereka dapat menjadi lebih mandiri dan berdaya.
Menurutnya, sektor keuangan memiliki peran strategis dalam membuka akses permodalan dan memperluas peluang usaha bagi perempuan, khususnya di tingkat akar rumput.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyampaikan bahwa terdapat sekitar 12 ribu pelaku UMKM di Kota Surakarta yang mayoritas digerakkan oleh perempuan dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal. “Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi daerah, sehingga perlu didukung melalui akses pembiayaan dan penguatan kapasitas,” ujar Astrid.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti, menekankan pentingnya penguatan sistem keuangan yang inklusif dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Ia menyampaikan bahwa perluasan akses keuangan harus diiringi dengan penguatan literasi, ekosistem pembiayaan, serta dukungan kebijakan agar perempuan, khususnya pelaku usaha mikro, dapat tumbuh dan berdaya saing.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan upaya pemberdayaan perempuan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Sejalan dengan semangat Kartini, Wamen PPPA menegaskan bahwa perjuangan perempuan hari ini tidak hanya tentang kesetaraan, tetapi juga memastikan setiap perempuan memiliki kesempatan yang adil untuk tumbuh, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti, serta para pemimpin perempuan dari sektor keuangan, sektor riil, dan pejabat publik.
Kementerian PPPA menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan akses ekonomi, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan perempuan yang mandiri dan berdaya dalam pembangunan nasional.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 18-04-2026
- Kunjungan : 91
-
Bagikan: