
Wamen PPPA Jajaki Kolaborasi Kebun Komunitas Perempuan yang Berbasis Permintaan Industri
Siaran Pers Nomor: B - 82 /SETMEN/HM.02.04/2/2026
Cikarang (26/2) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menjajaki kolaborasi untuk menghubungkan kebun komunitas di Indonesia yang dikelola oleh kelompok perempuan dengan industri pengolahan bahan baku. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan menyatakan kebun komunitas sudah saatnya berbasis permintaan industri sehingga kebun yang dikelola hasil panennya dapat diserap dengan baik.
"Ketika saya keliling ke kebun komunitas di beberapa daerah di Indonesia, saya melihat kekuatan perempuan dalam mengelola lahan mereka dengan berbagai jenis tanaman bernilai jual tinggi. Kita ingin hasil panen mereka dapat diserap pasar secara berkelanjutan. Itu sebabnya, kami berupaya menjajaki kolaborasi untuk menghubungkan kebun komunitas dengan perusahaan yang mengolah bahan baku sehingga hasil panen sepenuhnya terserap. Ada link and match, ada kesesuaian antara yang ditanam dengan yang dibutuhkan industri. Saya yakin ada harapan besar untuk itu," ujar Wamen PPPA saat mengunjungi PT. Talasi Tru Origin di Kawasan Industrial MM2100 Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. PT. Talasi merupakan perusahaan yang mengolah bahan baku dari komunitas petani.
Kemen PPPA memberi perhatian besar pada upaya bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui kebun komunitas yang dikelola perempuan. Penjajagan kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga sudah dilakukan di antaranya melalui pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian dan Kementerian Kehutanan. Dengan dilibatkannya dunia usaha, diharapkan ada kepastian jaminan pasar.
"Dari kunjungan ke PT. Talasi Tru Origin ini kita melihat bahwa sangat dimungkinkan adanya ekosistem industri yang saling membutuhkan dan berkelanjutan, antara komunitas pertanian dengan industri pengolahan. Industri ini menjadi offtaker atau industri yang memiliki komitmen untuk membeli atau menyerap hasil produksi dari petani. Dalam prakteknya, industri juga terlibat aktif mengedukasi petani mencakup standar kualitas panen, teknik budidaya hingga pengelolaan pasca panen agar bahan baku memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan industri. Kalau panen yang disetorkan kebun komunitas perempuan berkualitas baik maka diharapkan dapat memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat desa. Saya berharap muncul 20.000 (dua puluh ribu) kebun komunitas yang dikelola perempuan dengan baik," harap Wamen PPPA.
Sementara itu, CEO PT. Haldin Pacific Semesta (perusahaan induk dari PT. Talasi Tru Origin), Alisjahbana Haliman menjelaskan mereka mendapatkan bahan baku langsung dari komunitas. Perusahaan ini fokus memberdayakan petani lokal dan menerapkan prinsip berkelanjutan, meningkatkan pengetahuan komunitas petani, dan memberikan edukasi perilaku ramah lingkungan.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 26-02-2026
- Kunjungan : 96
-
Bagikan: